Hello world!
Desember 15, 2006 ranzakrkdi
Masalah poligami yang saat ini menjadi polemik di tengah2 masyarakat indonesia adalah sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu di permasalahkan. Mengapa saya mengatakan demikian ?
Saat ini perbandingan antara laki -laki dan perempuan sangatlah tidak berimbang yakni 1:7 sementara tidak semua laki-laki memenuhi syarat untuk menjadi suami karena satu dan lain hal sementara perempuan yang memenuhi syarat menjadi Istri melebihi jumlah laki-laki yang layak menjadi suami. yang menjadi pertanmyaan Siapakah yang akan bertanggung jawab bila wanita2 yang memenuhi syarat ini memiliki keinginan untuk menikah tetapi terhalang pada aturan yang melarang praktik poligami yang di dukung oleh saudara dan saudari yang menentang poligami tanpa alasan yang jelas.Saya tahu bahwa poligami yang saat ini dipraktikakan masih jauh dari tuntunan syariah .tapi bukan berarti bahwa poligami itu di larang. Jika anda melarang praktik poligami berarti anda menentang Allah SWT yang telah memperbolehkan poligami walaupun dengan syarat tertentu. Saudara menentang satu saja hukum Allah SWT sebagaimana yang diatur dalam Qiyadah Ushul Fiqh sama halnya menentang al Qur’an dan menentang al Qur’an berarti kafir.
Saudara (I) penentang poligami saya rasa anda menentang poligami karena posisi anda saat ini takut di duakan bagaimana jika posisi anda saat ini adalah sebagai perempuan yang belum menikah dan memiliki keinginan untuk menikah sementara misalnya orang yang anda sukai adalah seorang yangtelah beristri apakah anda akan menentang poligami ? saya yakin tidak karena anda pasti akan memilih untuk menjadi yang kedua ( dipoligami) daripada harus menjadi simpanan atau selingkuhan yang statusnya tidak jelas.
Entry Filed under: Uncategorized
& Komentar Add your own
Tinggalkan sebuah Komentar
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
1. Mr WordPress&hellip | Desember 15, 2006 at 12:48 pm
Hi, this is a comment.
To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.
2. ranzakrkdi&hellip | Desember 15, 2006 at 1:05 pm
Siapakah yang akan menjadi pembaharu dunia pendidikan ? jika pemerintah hanya tahu merubah metode pembelajaran setiap tahun . bagai mana bisa suatu metode pembelajaran dapat diketahui memiliki nilai positif jika hasil belum nampak tetapi pemerintah sudah membuat metode baru. Mungkin tulisan ini hanya akan dijadikan sampah oleh pemerintah karena saya tidak memiliki kapasitas untuk “menggertak” pemerintah karena saya hanyalah seorang rakyat kecil yang hidup didaerah pinggiran yang akan selalu merasa tertekan oleh perilaku pemerintah yang menjadi pedagang terhadap rakyatnya sendiri .
3. wadehel&hellip | Desember 16, 2006 at 7:06 am
Om, soal statistik itu, tolong di periksa lagi, kalau bisa ambil dari sumber yang bisa dipercaya. Jangan sampai mempermalukan agama yang anda bela dengan mengangkat hal yang tidak benar.
4. Ferry Ardiansyah&hellip | Desember 21, 2006 at 6:21 am
Mas Wedehel yang saya rasa anda yang berada jauh dikota pasti lebih tahu statistik antara laki2 dan perempuan nggak tahu kalau anda nggak pernah membaca soalnya statistik tersebut saya ketahui sejak tahun 2000 yang lalu saat saya masih duduk di SMA kelas I. Perbandingan rasional nya yaitu angka kelahiran perempuan jauh lebih tinggi di bandingkan laki-laki sementara angka kematian laki- laki jauh lebih tinggi jadi dengan al;asan apa lagi anda akan membantah terkecuali anda tidak mempergunakan akal alias nafsu arogan anda
5. mas yanto&hellip | Oktober 1, 2007 at 2:04 am
Semangat mas ranzakrkdi,…. aku sepakat aja, masalahnya aku juga punya planning buat melaksanakannya
6. santikakdi&hellip | Oktober 1, 2007 at 2:31 am
he..he..he.. (pada intinya saya sepakat dengan Mas yanto) eit mas yanto ini khan Sarjana Matematika dari Sulawesi itu khan ??? yang sempat menelurkan rumus menjerat wanita