WordPress.com ยป Your Blogging Home

Saya sangat prihatin terhadap nasib pendidikan saat ini dimana setiap tahun metode pembelajaran dirubah tetapi hasil yang diperoleh sangat jauh dariapa yang diharapkan./ Mutu serta kualitas output dunia pendidikan tidak mampu menyamai ataupun selangkah dibawah pendidikan barat. Saya hanya ingin mengingatkan mengapa metode pendidikan dulu dapat melahirkan insan2 secerdas Habibie sementara sekarang tidak?. Mengapa kalau sudah ada metode pembelajaran yang sudah teruji kita harus mencoba metode pembelajaran baru ?. Karena saya yakin dari setiap perubahan itu selalu ada UUD Ujung-ujung nya duit. Karena saya tahu bangsa kita terlalu Rakus sama yang namanya duit hingga apasaja di upayakan untuk menjadi pintu Duit. Mengapa dulu belajar hanya dengan menyalin lebih unggul dengan belajar hanya dengan membuka buku paket atau situs Internet ?. Karena belajar dengan menyalin indra yanmg di pergunakan ada yakni mata, telinga, tangan dan otak itu sendiri. sementara dengan hanya membuka buku paket indra yang dipergunakan hanya mata doang!!!!. Mengapa Indonesia harus memberikan buku paket yang super Lux Dan hampir tiap tahun harus diganti karena kalau buku tidak diganti tiap tahun maka buku dapat dipergunakan oleh adik nya dan itu berarti tidak ada pemasukan jadi perubahan kurikulum itu ujung2 nya duit lagi. saya salut dengan buku yang di keluarkan oleh Leiden international College Perguruan tinggi taraf internasional tetapi buku panduannya di tulis tangan oleh dosen nya sementara kita harus lux dari percetakan. Sementara guru dan dosen menjadikan perubahan kurikulum sebagai ladang bisnis yang sangat Basah. Dengan sedikit polesan ancaman tidak Lulus atau tidak di ikutkan ujian atau ulangan maka mau tidak mau siswa atau mahasiswa membeli buku dari pada tidak lulus. Inilah kesamaan Guru dan dosen sekarang dengan preman atawa perampok atawa pemeras ( Preman).

Tambah komentar Desember 16, 2006 ranzakrkdi

Hello world!

Masalah poligami yang saat ini menjadi polemik di tengah2 masyarakat indonesia adalah sesuatu hal yang sebenarnya tidak perlu di permasalahkan. Mengapa saya mengatakan demikian ?
Saat ini perbandingan antara laki -laki dan perempuan sangatlah tidak berimbang yakni 1:7 sementara tidak semua laki-laki memenuhi syarat untuk menjadi suami karena satu dan lain hal sementara perempuan yang memenuhi syarat menjadi Istri melebihi jumlah laki-laki yang layak menjadi suami. yang menjadi pertanmyaan Siapakah yang akan bertanggung jawab bila wanita2 yang memenuhi syarat ini memiliki keinginan untuk menikah tetapi terhalang pada aturan yang melarang praktik poligami yang di dukung oleh saudara dan saudari yang menentang poligami tanpa alasan yang jelas.Saya tahu bahwa poligami yang saat ini dipraktikakan masih jauh dari tuntunan syariah .tapi bukan berarti bahwa poligami itu di larang. Jika anda melarang praktik poligami berarti anda menentang Allah SWT yang telah memperbolehkan poligami walaupun dengan syarat tertentu. Saudara menentang satu saja hukum Allah SWT sebagaimana yang diatur dalam Qiyadah Ushul Fiqh sama halnya menentang al Qur’an dan menentang al Qur’an berarti kafir.
Saudara (I) penentang poligami saya rasa anda menentang poligami karena posisi anda saat ini takut di duakan bagaimana jika posisi anda saat ini adalah sebagai perempuan yang belum menikah dan memiliki keinginan untuk menikah sementara misalnya orang yang anda sukai adalah seorang yangtelah beristri apakah anda akan menentang poligami ? saya yakin tidak karena anda pasti akan memilih untuk menjadi yang kedua ( dipoligami) daripada harus menjadi simpanan atau selingkuhan yang statusnya tidak jelas.

6 komentar Desember 15, 2006 ranzakrkdi

Laman

Kategori

Tautan

Meta

Kalender

April 2017
S S R K J S M
« Des    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930